Tuesday, September 30, 2014

My Lil' One

Long time no see, my friend. 
Berbulan-bulan nggak pernah nulis, ternyata kangen juga numpahin tulisan ke blog ini. Been so busy lately. Pindah ke rumah yang baru, lingkungan baru, tetangga baru, permasalahan baru, adaptasi lagi. 

Hmm..kali ini cerita gue sedikit berbeda dari biasanya. Well, berhubung blog gue biasanya isinya tentang perjalanan ataupun kuliner yang menyertainya, tapi cerita ini tetep gue masukkin di sini karena cerita ini nggak lain tentang perjalanan dan pengalaman hidup gue juga hehehe. 

So my friend, what I have been through is PREGNANCY! Yeaaay! *tears of joy*

So cute. My lil' one in 17 weeks 

Sekarang gue udah menginjak kehamilan 19 minggu (hampir 5 bulan, hore!). Foto ini sewaktu USG di usia 17 minggu. He/She is soooo full of spirit, I can tell hahaha. Nggak berhenti gerak, muter-muter, jungkir balik. Jadi dokter pun agak kesusahan sewaktu meriksa dia. Gue sih udah gemes aja pengen tau ni anak jenis kelaminnya apa. Harusnya sih udah bisa ketebak. Tapi, apa daya bocahnya nggak mau diem, susah deh. If you can understand the picture, dia lagi tengkurep. Ya ampun, nak... :)))

Being pregnant is not that easy. Badan gampaaang banget capek, flek-flek di awal kehamilan, sempet bleeding di usia 7 minggu yang berakibat ngendon di rumah sakit selama dua hari. Setelah kejadian itu, disuruh bedrest total sampai bulan ketiga. Not to mention hampir selalu susah tidur setiap malem. Oh and yes, insomnia berlangsung sampai sekarang.

But, being pregnant lately is fun tho'. Menginjak usia kehamilan 4 bulan beberapa minggu yang lalu badan udah mulai seger lagi. Semangat beraktivitas mulai muncul lagi. More over, my lil' one is moving and kicking all the time. :) :) :) Di bulan ini juga, selain moving like crazy, dia udah bisa denger suara di sekelilingnya. So I never kill my day without having a conversation with my belly hihihi how sweet is that? Harapan gue, anak ini selalu sehat dan dijaga sama Yang Maha Kuasa, serta bisa lahir ke dunia ini dengan selamat, normal, kuat dan jadi anak soleh. Amiiin.

Nggak sabar bulan depan! What do you think, blue or pink? ;)

Tuesday, May 27, 2014

Jalangkote

Eits. Jangan berpikiran yang macem-macem dulu yah. Judulnya emang kedengeran nggak enak sih haha. 
So, what is Jalangkote?

This is one kind of food, my friend.

Ini dia Jalangkote!

Merasa makanan ini mirip makanan lain dengan nama berbeda?

Berhubungan ada hari kejepit, weekend kemarin gue dan suami jalan-jalan ke Makassar. Setelah itu jadi pengen update makanan asli Makassar hehehe.
Jalangkote ini adalah salah satu makanan khas asal Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini mirip dengan kue Pastel yang biasa gue temuin di Jawa. Bentuknya mirip banget, dengan isi yang beragam.


Jalangkote yang gue beli ini kebetulan isinya kentang dan bihun. Seperti yang gue bilang tadi, isi di tiap Jalangkote yang dijual sih macem-macem. Ada juga yang isinya wortel, kol, toge, kubis. Kalau pengen kreasi sendiri dengan buat Jalangkote di rumah sih bisa juga kita masukin isian potongan daging sapi atau udang biar mantep dan kenyang! Hehehe.


Nah, yang paling cihuy dari Jalangkote ini adalah sausnya. Jadi Jalangkote ini sebelum dimakan, wajib dicocolin dulu ke sausnya. Pasti maknyus. Saus Jalangkote ini biasanya gabungan dari rasa cabe dan bawang putih, jadi rasanya pedes-manis-gurih gitu. Nyaaa~mm! *ngeces*

Penasaran? Kalau kebetulan pas singgah di Sulawesi Selatan bisa coba sendiri lah ya! :)









Tuesday, May 13, 2014

Korean Street Food


Cerita tentang perjalanan di Korea Selatan kurang lengkap dong yah kalau nggak update juga tentang makanan-makanan yang ada di sana. Di Korea Selatan, hampir di setiap sudut kota ada kedai makanan. Jangan salah, makanan-makanan yang dijual di sini rasanya pun boleh diadu. Nah, karena ini ada di hampir setiap belahan kota, gue nggak pernah ngerasa kelaperan selama di Korea hahaha. Apa aja korean street food yang jadi rekomendasi gue? Oke, ini dia.

1. Hotdog Korea


Emang dasarnya gue suka hotdog kali ya, jadinya gue suka tobat sama makanan ini. Menurut gue ini enak dan unik. Seperti yang bisa dilihat di gambar, makanan ini adalah sosis yang ditusuk dengan stik kayu dan ditutup dengan balutan tepung, lalu digoreng. Terakhir, dikasih lumuran gula putih dan diberi saus mustard. Ada juga varian yang lain. Hampir sama yaitu sosis ditusuk dengan stik kayu, tapi ditutup dengan adonan tepung yang dicampur dengan kentang dan digoreng. Nyaammeeh!

2. Ddong Ppang


Pertama kali ketemu Ddong Ppang juga nggak sengaja waktu lagi jalan-jalan di Insadong. Bentuknya yang unik bikin gue langsung dateng untuk ngintip ini benda apaan. Hahaha serius. Liat deh, bentuknya kan menarik banget kayak *beep*. Masih nggak yakin kalau ini bisa dimakan, karena bentuknya yang aneh dan juga sepanjang jalan Insadong adalah toko souvenir. Siapa tau ya kan... Tapi setelah ngeliat beberapa orang beli dan jelas-jelas ngeliat orang-orang itu makan, akhirnya gue beli juga. Kan gue anaknya pinginan banget gitu :))
Sebagai penggemar makanan apa saja berupa roti, roti yang satu ini tidak mengecewakan. Teksturnya lembut dan saus pasta kacang merah di dalamnya bikin roti ini jadi kerasa enak banget. Katanya sih ini roti keberuntungan bagi orang Korea.

3. Gyeranppang


Naah ini juga salah satu street food yang gue suka. Bukan cuman gue, suami gue juga doyan. Apalagi buat para penggemar telur pastinya. Gyeranppang ini adalah kue khas Korea. Rasanya manis dan bentuknya oval. Tidak terlalu besar, Tidak juga terlalu kecil. Menariknya adalah kue ini menjadikan telur ayam ceplok sebagai isinya. Jangan salah, satu telur untuk satu kue. Mantap!

4. Hotteok


Hotteok disebut-sebut sebagai pancake-nya Korea. Makanan ini biasanya ada di musim dingin. Bentuknya bulat dan tebal yang digoreng dengan minyak yang (sayangnya) cukup banyak. Isi didalamnya adalah selai yang terbuat dari kacang, madu, gula, coklat dan kayu manis. Kalau nggak terlalu suka makanan gorengan, kita juga bisa kok cari hotteok yang disajikan dengan cara dipanggang. Tapi digoreng maupun dipanggang, hotteok ini enak dimakan selagi hangat.

5. Delimanjoo 


Delimanjoo ini adalah kue manis Korea dengan bentuk yang cukup menarik. Kecil dan imut. Tangan gue jadi keliatan gede banget ya *abaikan*. Pembuatannya cukup mudah yaitu dengan cara memasukkan adonan ke dalam cetakan, taruh isian kue ke dalamnya, tuang lagi adonan, setelah itu dipanggang deh sampai matang. Isi dari Delimanjoo ini adalah krim susu atau bisa juga fla keju. Terutama di musim dingin, Delimanjoo adalah obat untuk orang-orang yang lagi kedinginan di jalanan seperti gue hihihi.

6. Kentang Tornado


Suuukkaaa sama kentang ini. Kentang ini juga pernah gue temuin di Indo beberapa kali sih kalau lagi ada festival apaa gitu. Tapi rasa yang di Korea ini kok kayaknya lebih gurih dan rasa bumbunya lebih berasa gitu ya. Disebut kentang tornado karena bentuk kentangnya ngiter-ngiter macem Tornado. Satu porsi cukup besar sih, dan di Korea sering banget liat pasangan makan kentang ini berdua sama pacarnya. 

7. Tteokbokki dan Gimbap

Tteokbokki terkenal banget di Korea. Kue beras pedas dengan red pepper paste sauce. Hmmm.. Tteokbokki hampir bisa ditemui di mana aja. Rasanya juga nggak terlalu beda antara kedai yang satu dengan kedai yang lain. So far, gue sih suka sama Tteokbokki walaupun kadang gue suka kepedesan sih dikit hehehe.
Gimbap disebut juga sushi-nya Korea. Gue suka liat orang Korea kalau lagi piknik gitu bekelnya Gimbap dan mereka biasanya bikin sendiri lho. Untuk yang gampang laper, satu porsi Gimbap Korea ini cukup besar. Jadi kalau sekali jajan ini rasanya udah begah. Sama aja kayak makan nasi atau sushi sih. 

8. Sate ala Korea


Yang enak dari sate ini selain dagingnya adalah bumbunya! Entah kenapa seasoning-nya pas aja. Kita juga bisa pilih sausnya, BBQ, teriyaki atau saus pedas. Porsinya juga lumayan nendang untuk satu orang, plus, ini kan street food. Orang makan street food untuk camilan, dan ini camilan yang mengenyangkan selain Gimbap heuheuheu.


Ready to go to Korea?
Aaaahh...happy tummy! ;)






Tuesday, April 15, 2014

Spring Holiday: Seoul #3

04/04/2014

Hari terakhir di Korea!
Hari ini gue dan suami bangun sedikit lebih awal karena ini adalah hari terakhir kita di Korea. Besok udah cao baibai deh dari sini hiks. Jadi, kita menyusun rencana ke lebih banyak tempat hari ini. Tempat pertama yang dikunjungi hari ini adalah Gwanghwamun Square. Ini tempat udah sering banget gue liat di drama-drama Korea yang gue tonton hihihi. Oh iya, fyi, ini tempat sebenernya deket banget loh sama Gyeongbok Palace. Jadi kalau kesini, bisa sekalian ke Gyeongbok Palace. Tinggal jalan kaki. Untuk bisa ke Gwanghwamun Square ini caranya ambil subway ke Gwanghwamun Square (line 5 warna ungu) dan keluar di exit 2. Tempat ini cantik menurut gue. Karena Sejong-ro jadi human-centered space dipadukan dengan pemandangan Gyeongbok Palace dan Gunung Bukaksan dari kejauhan.

Gyeongbok Palace sama Gunung Bukaksan keliatan dari sini

Tempat ini hampir selalu penuh wisatawan

Bunga-bunga yang sudah mulai bermekaran ditata rapi di sekitar Gwanghwamun Square

Setelah dari sini, gue dan suami jalan menuju kantor pos terdekat untuk kirim postcard ke sahabat di Indonesia. Kantor posnya juga bersih dan bikin nyaman. Harga perangko dan postcardnya masing-masing 400 won. Cukup murah kan? Tapi nggak tahu juga kapan nyampenya ke Indonesia hahaha.

Lagi-lagi, rasanya waktu berjalan cepeeet banget. Rencana gue dan suami selanjutnya adalah foto pake pakaian tradisional Korea atau Hanbok. Tempatnya ada di M Plaza, Myeongdong. Tapi karena waiting list dua jam, nggak apa-apa deh yang penting udah daftar. Perut udah laper lagi aja rasanya haha waktunya makan siang!
Menurut dari info-info yang gue baca di Internet, di daerah Myeongdong ada mie yang paling terkenal di Seoul, namanya Myeongdong Gyoja. Katanya sih enak. Mari dicoba! Yang mau kesini bisa ambil subway ke Myeongdong station (line 4 warna biru) keluar di exit 5. Masuk aja ke kawasan Myeongdong, cari M Plaza. Tempat makan ini persis di depan M Plaza. Pokoknya kalau ada tempat makan mie yang rame dan antri panjang di depan M Plaza, nggak salah lagi! Hahaha. Asli antri. Menurut gue? Enak kok! Menunya dikit, jadi tinggal tunjuk mau mie nomer berapa :))

Ini kalau nggak salah mie nomer 2 hehe. Kalau nggak salah sih namanya calguksu.

Ini Gyoja. Iini ada di nomer 1 di menu.

Pulang makan, kenyang. Punya tenaga deh buat jalan ke Namdaemun market. Atas nama hari terakhir, mari kita belanja! Hahaha. Beli oleh-oleh maksudnyaaa hihihi. Ohiya, harga kosmetik di sini murah-murah. Lebih murah daripada di Myeongdong. Yang belum terlanjur ke Myeongdong, beli kosmetiknya di sini aja haha. Tapi yaa counternya nggak selengkap di Myeongdong. Yang gue liat sih Faceshop sama Missha. Terus, sekedar info aja sih, kalau beli souvenir di Insadong aja. Jangan di Namdaemun. Insadong lebih banyak pilihan. Tapi kalau barang, baju, kaos, yaa Namdaemun tempatnya hehe.

Namdaemun Market

Masih Namdaemun nih. Seru yah tempatnya!

Dari Namdaemun, kita kembali lagi ke Myeongdong untuk foto pake Hanbok di M Plaza, tepatnya di Seoul Global Culture and Tourism lantai 5 (Myeongdong station line 4 warna biru, exit 6). Kalau bisa sih dateng agak pagian, karena yang antri banyak. Gue aja dateng sebelum makan siang, kebagiannya yang jam sore.

But worth to wait! :p

Akhirnya, udah sore lagi. Makan lagi aahh hahaha. Cari makanan yang unik, googling, terus nemu tempat makan yang super cute. Tempat ini dulu pernah dijadiin lokasi syuting We Got Married (WGM) Jung Yonghwa CN Blue dan Seo Hyun SNSD. Nasi dan lauknya ditaruh di semacam lunch box. Yang unik adalah cara makannya. Kita harus tutup dulu lunch box nya, terus kita kocok-kocok tuh lunch box. Kalau kira-kira udah keaduk semua, baru deh dibuka lagi terus dimakan hehe unik yah.
Cara kesini? Gampaaang. Ambil subway ke Anguk station (line 3 warna oranye), keluar di exit 6.



Ini nih lunch box nya sebelum dikocok

Di sini bisa ambil kertas dan bolpen, terus tulis deh wish yang pengen kamu dan pasanganmu sampein. Gantung di atas meja kamu. Orang Korea romantis abis hahaha. And yes, for free.

Keluar dari restoran tadi jalan ke kanan, Insadong. Nah gue rekomendasiin sih beli souvenir untuk oleh-oleh di sini aja. Tempatnya lengang, nyaman dan yang jelas banyak banget pilihannya. Harga pun bersaing kok! Banyak street food juga, jadi kalau laper tinggal mangap deh isi perut hohoho.

Sepanjang jalan ini hampir semuanya  souvenir store

Tas-tas made in Korea nih too cute to be true deh.

Dongpang. Gue kalo nyebut sih roti eek. :)) Ya abisnyaa, liat aja bentuknya. Isinya kaca merah. Worth to try.
Banyak jajanan kue manis Korea yang isinya kacang merah. Semuanya enak. Apalagi dimakan panas-panas. Nyummeehh~



Capek jalan, kita lalu ambil subway ke Gyeongbokgung station (line 3 warna oranye exit 2 dan jalan sekitar 10 menit untuk ke restoran bernama Tosokchon. Di Tosokchon ini punya samgyetang yang terkenal enaknya. Sebagai penggemar ayam, gue nggak mau melewatkan kesempatan ini! Hoho. Tapi makan di sini cukup mahal sih. You have been warned, my friend.

Yang difoto menunya. Ayamnya malah lupa difoto. Begitu ayamnya dateng langsung serbu sih :))
Perut udah diisi, kenyang lagi dan balik lagi ke Gwanghwamun station (line 5 warna ungu exit 5) untuk jalan ke "Memorial Waterway" yang mengalir air bawah tanah dari Gyeongbokgung dan Gwanghwamun subway station ke Cheonggyecheon stream. Yang sering liat drama Korea udah pasti sering lihat Cheonggyecheon. Asli scene di sini sering banget. Sampe hafal gue! Hahaha. 
Kebetulan sampai sini kan udah malem, lagi ada pertunjukan dancing light gitu di atas air. Super cool.




Menonton pertunjukan ini jadi kegiatan terakhir gue dan suami di Korea Selatan. Busan udah, Gyeongju udah, Jinhae udah, Seoul udah. Semoga dikasih umur panjang dan bisa kesampean ngunjungin Jeju island yah someday! 

Seoul, annyeong~ ^^





Sunday, April 13, 2014

Spring Holiday: Seoul #2

Baiklaaahh... Pagi-pagi sambil nunggu niat buat mandi gue akan lanjutin lagi cerita tentang hari kedua gue di Seoul beberapa waktu yang lalu. Siap-siap banjir foto yaaa! :D

03/04/2014

Pagi ini kita berencana ke Bukchon Hanok Village. Ini area yang dikelilingi sama rumah-rumah tradisional Korea (Hanok), karena ini merupakan perkampungan zaman dulu Korea Selatan. Nama Bukchon sendiri awalnya karena berlokasi di northern part of Cheonggyecheon dan Jongno, jadilah orang-orang menyebut area ini "Bukchon", which means northern village. Menurut gue ini sangat menarik ya, karena area ini masih orisinil. Baik dari bentuk rumahnya ataupun interior dalam rumahnya. Ditambah lagi, area ini berada di sekeliling bangunan-bangunan kota Seoul yang sudah modern dengan perkembangan zamannya. Di sini, jangan harap kalian bisa cekikikan atau teriak-teriak. Para turis diminta untuk selalu tenang dan respect sama penduduk yang tinggal di sini.

Untuk yang mau ke sini, ambil subway ke Anguk station (line 3 warna oranye), keluar di exit 2. Lalu jalan lurus kurang lebih 350 m.






Tujuan selanjutnya adalah jalan kaki ke Gyeongbok Palace. Atau kalau mau ambil subway bisa juga sih lewat Gwanghwamun station (line 5 warna ungu, exit 2). Dari jaman duluuuuu banget pengen ke sini. Akhirnya kesampaian juga. Ini sih dream comes true namanya! Hihihi.

Istana Gyeongbok ini dibangun di tahun 1395, yaitu tiga tahun setelah Dinasti Joseon ditemukan. Dan sejak saat itu, istana ini dijadikan sebagai istana utama selama lebih dari 500 tahun. Beberapa hari setelah its completion, one of the Dynastic Foundation Merit Subject yang bernama Jong Do-jeon, memberikan nama istana ini Gyeongbokgung. "Gyeongbok" yang berarti "The new dynasty will be greatly blessed and prosperous", dan "gung" yang berarti "palace" atau istana.

Biaya masuknya 3000 won saja. Ada free tour guide loh di jam-jam tertentu! :)






Sayangnya di perjalanan hari ini Seoul diguyur hujan. Nggak terlalu deras sih, tapi cukup mengganggu. Jadi kesannya di sini jadi cepet-cepet aja gitu. Setelah puas keliling-keliling istana yang besar ini, gue dan suami melanjutkan wisata ke National Folk Museum of Korea (tiket masuk istana sudah termasuk free pass ke museum). Jalan-jalan di sekitar museumnya juga asik loh! Hehehe





Selesai sudah wisata budayanya. Akhirnya gue dan suami jalan kaki ke Insadong dan cari makan di situ. Insadong lumayan deket kok. 

Gimbap dan Tteokbokki! Nyaam~

Kenyang makan siang, perjalanan selama satu jam kita habiskan demi liat kampung Indonesia di Ansan! Hihi. Di mana itu Ansan?  Bisa berhenti di Ansan station, line 4 warna biru. Yang mau cobain ke Ansan boleh loh, siapa tahu mau beli hape sambil ngobrol bahasa Jawa sama pemilik counternya. Eeehh, serius gue!

Nih kalau nggak percayaaa.

Selain dipenuhi sama counter hp, kalau mau beli street food yang harganya lebih murah pun Ansan tempatnya. Hotteok di Seoul kota itu biasanya 2500-3000 won. Di Ansan gue beli cuman 1000 won hahaha. Asik kaann. Kalau Seoul itu Jakarta, Ansan ini Solo atau Jogja mungkin ya.

Bosen di Ansan, gue dan suami balik lagi ke kota dan menghabiskan malam di Myeongdong! Aduh Myeongdong ini super parah. Pusatnya belanja deh, apalagi kalau yang dicari kosmetik. Sebelah kiri Etude House, sebelahnya Missha, seberangnya lagi Face Shop, jalan dikit ada Skin Food, nengok ke sebelah Nature Republic, meleng dikit jalan berapa langkah ada Face Shop lagi, tanpa sadar di depan ada Laneige. Udah gitu harga kosmetik di sini jauuuuuhhh lebih murah dari yang gue liat di mall-mall ataupun di online shop yang biasa gue beli. Asli deh gue kalap hahaha. 

Myeongdong ini rame banget sama anak-anak muda. Ini semacam meeting point nya mereka gitu. Karena emang tempatnya asik banget sih ya, fast food ada, toko baju ada, toko sepatu ada, toko kosmetik apalagi, street food pun banyak berjejer.  Wah, I love this place! Surganya wanita bok.

The Great Myeongdong!





Friday, April 11, 2014

Spring Holiday: Seoul #1

02/04/2014

Kalau kemaren udah tiga hari di Busan, hari ini gue dan suami berancut ke Seoul. Sebenernya belum puas di Busan , tapi karena penasaran juga sama Seoul jadinya tetep ke Seoul. Lagipula penerbangan balik ke Indonesianya dari Seoul. So yea...

Dari hotel di daerah Oncheonjang, pagi-pagi dari Oncheonjang station gue dan suami pergi ke Nopo-dong station untuk ambil bis ke Seoul dari Central Bus Terminal. Seperti yang udah dibahas sebelumnya, Busan Central Bus Terminal ada di Nopo-dong station. Setelah sampai di Nopo-dong tinggal ikutin arah dari papan petunjuk aja. Harga tiketnya macem-macem tergantung jam dan kelas bisnya. Yang gue beli seharga 23.000 untuk satu orang. Nanti bis akan berhenti di Seoul Express Bus Terminal.

Loket tiket di Busan Central Bus Terminal
Tiket ke Seoul sudah di tangan! 

Perjalanan ke Seoul Express Bus memakan waktu kurang lebih 4.5 jam. Nggak ngaruh sih kalau gue, bobok muluu hihihi. Kalau pengen lebih cepet sih bisa naik KTX (kereta cepat Korea), tapi ya harganya jauh lebih mahal. Sekitar 50.000 an untuk satu orangnya.

Sesampainya di Seoul, gue dan suami langsung beli t-money card di subway station di situ (di Express Bus Terminal ada subway station). Kenapa di Seoul kita akhirnya beli t-money? Karena di Seoul nggak ada program one day pass untuk subway. Untuk t-money, nggak perlu susah-susah cari 711.  Di station ada mesin untuk beli card sekaligus recharge. Jadi setelah beli, langsung aja diisi kartunya dengan nominal yang diinginkan. Kalau gue setiap harinya gue isi 5000-6000 won, mengingat gue hanya 3 hari di Seoul. Cukup kok. Ohiya, jangan lupa, satu orang satu kartu yah!

Naah hotel gue ada di daerah Dongguk University yang udah dipesan sebelumnya di Agoda. Hotel gue namanya JC Inn Dongdaemun. Recommended deh. Walaupun kecil, tapi bersih dan nyaman. Terlebih lagi yang paling penting adalah deket dari mana-mana. Kalau mau tahu lebih lanjut bisa klik di sini. Dari Dongguk University station (line 3 exit 2), jalan kaki bentar ketemu mini market, belok kiri nyampe deh kiri jalan.

Tujuan pertama kita di Seoul adalah Namsan Tower yang hits banget. Bahkan orang-orang Koreanya sendiri aja masih suka ke sana. Untuk bisa ke Namsan Tower, ambil subway aja ke arah Chungmuro station (transfer station line 3 dan 4) dan keluar di exit 2. Jalan kaki bentar terus ketemu halte bis, naik deh bis no. 2. Itu bis jurusan N Tower kok, jadi jangan khawatir bakal tersesat. Bisnya beroperasi 5-6 menit sekali dari jam 08.00-00.00.

Namsan Tower!







Honestly, yang gue tuju di tempat ini adalah Teddy Bear Museum. Too bad gue baru tau kalau ni museum is no longer exist. Padahal waktu di Gyeongju gue nggak ke Teddy Bear Museum karena gue maunya ke museum yang di N Tower ini. Nyesek banget banget banget sih :'(

By the way, kalau gue pribadi sih lebih pilih ke sini naik bis daripada lewat hiking trail yang jauhnya naudzubillah. Tapi pas pulangnya suami gue maunya lewat belakang (baca: hiking trail). Yasalaam~ ya sudahlah akhirnya gue ngerasain juga pulangnya lewat hiking trail. Untung turun. Kalau naik sih tobat gue maaaakk!



Pemandangan kota Seoul dari atas sini? Jangan ditanya sih cantiknya kayak apaan. cantik banget!

Pulang dari sini percaya nggak sih gue dan suami nyasar jauh banget, jalan kaki sejam gitu tau-tau sampe di Hohyeon station (Namdaemun market). Udah nggak ngerti lagi deh kenapa kita nyasar mulu. Mungkin karena pas jalan kaki kita berdua sambil ngobrol, jadi meleng deh sama papan penunjuk jalan hahaha. Tapi anyway, Namdaemun udah tutup ya jadi kita ke Dongdaemun market aja. Tapi kalau kalian pengen ke Namdaemun Market, bisa ke Hohyeon station (line 4 exit 6).

Di Dongdaemun market ini kamu bisa beli baju, tas, sepatu, sweater, coat, make up, perlengkapan olah raga, pernak-pernik apa aja ada sih. Selain bisa beli dalam bentuk eceran, bisa juga dalam bentuk grosir. Gue nyampe sana sekitar jam 11 malem gitu mereka sistem jualnya bukan di store gitu, tapi di tenda-tenda warna kuning gitu. Kalau pagi atau siang pasti tempat ini rame banget karena di sekelilingnya pun berdiri banyak mall tempat perbelanjaan. Nggak heran tempat ini dikenal sebagai destinasi belanja terbesar di Korea serta perpaduan tempat belanja modern dan tradisional. Asiknya juga, di sini bisa tawar menawar harga. Gue sih biasa aja sama barang-barangnya karena itu semacam mangga dua atau tanah abangnya Korea kali ya, dengan kualitas yang bagus tentunya. Di situ gue jalan-jalan bentar terus laper lagi haha. Udara dingin bikin laper mulu asli. Jadi, yuk jajan makanan lagi :p

Jajan lagiii~ :p


Setelah kenyang jajan makanan, kita pulang deh ke hotel hihi. Capek, tapi kenyang :))
Ini penampakan metro di tengah malem yang masih rame aja. Oh, Seoul...
Kalau kalian tertarik ke Dongdaemun market ini, bisa ambil subway ke Dongdaemun History and Culture Park station (transfer station line 4/5), keluar di exit 14.

Oke, gotta go. Sampe ketemu di cerita Spring Holiday: Seoul #2 yah! :)