Sunday, April 13, 2014

Spring Holiday: Seoul #2

Baiklaaahh... Pagi-pagi sambil nunggu niat buat mandi gue akan lanjutin lagi cerita tentang hari kedua gue di Seoul beberapa waktu yang lalu. Siap-siap banjir foto yaaa! :D

03/04/2014

Pagi ini kita berencana ke Bukchon Hanok Village. Ini area yang dikelilingi sama rumah-rumah tradisional Korea (Hanok), karena ini merupakan perkampungan zaman dulu Korea Selatan. Nama Bukchon sendiri awalnya karena berlokasi di northern part of Cheonggyecheon dan Jongno, jadilah orang-orang menyebut area ini "Bukchon", which means northern village. Menurut gue ini sangat menarik ya, karena area ini masih orisinil. Baik dari bentuk rumahnya ataupun interior dalam rumahnya. Ditambah lagi, area ini berada di sekeliling bangunan-bangunan kota Seoul yang sudah modern dengan perkembangan zamannya. Di sini, jangan harap kalian bisa cekikikan atau teriak-teriak. Para turis diminta untuk selalu tenang dan respect sama penduduk yang tinggal di sini.

Untuk yang mau ke sini, ambil subway ke Anguk station (line 3 warna oranye), keluar di exit 2. Lalu jalan lurus kurang lebih 350 m.






Tujuan selanjutnya adalah jalan kaki ke Gyeongbok Palace. Atau kalau mau ambil subway bisa juga sih lewat Gwanghwamun station (line 5 warna ungu, exit 2). Dari jaman duluuuuu banget pengen ke sini. Akhirnya kesampaian juga. Ini sih dream comes true namanya! Hihihi.

Istana Gyeongbok ini dibangun di tahun 1395, yaitu tiga tahun setelah Dinasti Joseon ditemukan. Dan sejak saat itu, istana ini dijadikan sebagai istana utama selama lebih dari 500 tahun. Beberapa hari setelah its completion, one of the Dynastic Foundation Merit Subject yang bernama Jong Do-jeon, memberikan nama istana ini Gyeongbokgung. "Gyeongbok" yang berarti "The new dynasty will be greatly blessed and prosperous", dan "gung" yang berarti "palace" atau istana.

Biaya masuknya 3000 won saja. Ada free tour guide loh di jam-jam tertentu! :)






Sayangnya di perjalanan hari ini Seoul diguyur hujan. Nggak terlalu deras sih, tapi cukup mengganggu. Jadi kesannya di sini jadi cepet-cepet aja gitu. Setelah puas keliling-keliling istana yang besar ini, gue dan suami melanjutkan wisata ke National Folk Museum of Korea (tiket masuk istana sudah termasuk free pass ke museum). Jalan-jalan di sekitar museumnya juga asik loh! Hehehe





Selesai sudah wisata budayanya. Akhirnya gue dan suami jalan kaki ke Insadong dan cari makan di situ. Insadong lumayan deket kok. 

Gimbap dan Tteokbokki! Nyaam~

Kenyang makan siang, perjalanan selama satu jam kita habiskan demi liat kampung Indonesia di Ansan! Hihi. Di mana itu Ansan?  Bisa berhenti di Ansan station, line 4 warna biru. Yang mau cobain ke Ansan boleh loh, siapa tahu mau beli hape sambil ngobrol bahasa Jawa sama pemilik counternya. Eeehh, serius gue!

Nih kalau nggak percayaaa.

Selain dipenuhi sama counter hp, kalau mau beli street food yang harganya lebih murah pun Ansan tempatnya. Hotteok di Seoul kota itu biasanya 2500-3000 won. Di Ansan gue beli cuman 1000 won hahaha. Asik kaann. Kalau Seoul itu Jakarta, Ansan ini Solo atau Jogja mungkin ya.

Bosen di Ansan, gue dan suami balik lagi ke kota dan menghabiskan malam di Myeongdong! Aduh Myeongdong ini super parah. Pusatnya belanja deh, apalagi kalau yang dicari kosmetik. Sebelah kiri Etude House, sebelahnya Missha, seberangnya lagi Face Shop, jalan dikit ada Skin Food, nengok ke sebelah Nature Republic, meleng dikit jalan berapa langkah ada Face Shop lagi, tanpa sadar di depan ada Laneige. Udah gitu harga kosmetik di sini jauuuuuhhh lebih murah dari yang gue liat di mall-mall ataupun di online shop yang biasa gue beli. Asli deh gue kalap hahaha. 

Myeongdong ini rame banget sama anak-anak muda. Ini semacam meeting point nya mereka gitu. Karena emang tempatnya asik banget sih ya, fast food ada, toko baju ada, toko sepatu ada, toko kosmetik apalagi, street food pun banyak berjejer.  Wah, I love this place! Surganya wanita bok.

The Great Myeongdong!





No comments:

Post a Comment